welcome to the bill blog

Rabu, 08 Desember 2010

ELEKTROLIT DAN ELEKTROKIMIA



STANDAR KOMPETENSI
memahami konsep larutan elektrolit dan
elektrokimia
KOMPETENSI DASAR:
  1. Menerapkan konsep reaksi redoks dalam elektrokimia
  2. Mengidentifikasi dan mengklasifikasi berbagai larutan
  3. Membedakan larutan elektrolit dan non berbagai larutan
  4. Menggunakan satuan konsentrasi dalam membuat larutan
PENGERTIAN LARUTAN
  1. Campuran homogen dua zat atau lebih yang saling elektrolit
  2. Mengidentifikasi dan mengklasifikasi
v  melarutkan dan masing-masing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik
SKEMA DASAR PENGGOONGAN LARUTAN
 
LARUTAN ELEKTROLIT
v  Mempunyai kemampuan menghantarkan arus listrik
v  Berdasarkan daya  ionisasi dibagi  menjadi
§  larutan  elektrolit, dapat  menghantarkan  arus  listrik
§  elektrolit  kuat
§  elektrolit lemah
§  larutan non elektrolit,
                tidak dapat menghantarkan arus listrik.
ELEKTROLIT KUAT
v  Mempunyai daya hantar arus listrik cukup kuat untuk terlihat alat peraga sederhana
v  Zat terlarut yang berada di dalam pelarut (air), bisa dibilang semuanya berubah menjadi ion
v  derajat ionisasi adalah satu  (α  =  1).
                Contoh :
    • Asam kuat: HCl, HClO3, HClO4, H2SO4, HNO3
    • Basa  kuat: NaOH, KOH, Ca(OH)2, Mg(OH)2
    • Garam dengan kelarutan  tinggi: NaCl, KCl, KI
ELEKTROLIT LEMAH
v  Menghantarkan  arus  listrik  dengan  daya yang  lemah
v  Masih terdeteksi meskipun lemah dengan alat peraga sederhana
v  Derajat ionisasi lebih dari nol tetapi kurang dari satu (0 < α < 1)
v  Contoh :
§  Asam  lemah: CH3COOH,  HCN, H2CO3, H2S
§  Basa lemah:NH4OH, Ni(OH)2
§  Garam-garam yang sukar larut:AgCl, CaCrO4, PbI2
NON ELEKTROLIT
v  Tidak dapat menghantarkan  arus 
                listrik karena daya hantarnya sangat lemah
v  Tidak dapat terdeteksi dengan alat peraga sederhana
v  Larutan yang tidak terionisasi
                Contoh :
    • Larutan urea
    • Larutan sukrosa
    • Larutan glukosa


ELEKTROKIMIA
v  Merupakan aplikasi larutan elektrolit untuk memanfaatkan energi listrik
v  Bermula dari prinsip alat peraga sederhana hingga teknologi sel elektrokima terkini yang canggih dan komplek
v  Memanfaatkan berbagai zat elektrolit yang beragam dalam menghasilkan potensial
PRINSIP DASAR ELEKTROKIMIA
  1. Dua logam berbeda nilai potensial reduksi yang tercelup dalam larutan elektrolit kuat
  2. Satu sistem elektrokimia dinamakan sebagai sel
  3. Logam-logam tersebut dinamakan sebagai elektroda atau kutub elektroda
  4. Arus memasuki atau meninggalkan sel melalui kedua kutub
  5. Kutub pertama memiliki peran dalam proses pengikatan elektron(proses reduksi) disebut dengan katoda
  6. Katodamenarik ion-ion bermuatan positif atau kation.
  7. Kutub kedua berperan dalam pelepasan elektron (proses oksidasi) disebut anoda
  8. Anoda menarik ion-ion negatif atau anion dari larutan elektrolit

v  Penentuan potensial beberapa elektroda dengan elektroda baku SHE(elektroda hidrogen)
  

v  zat yang lebih mudah tereduksi dari elektroda standar hidrogen diberi harga potensial reduksi positif
v  zat yang lebih mudah sukar tereduksi dari dari elektroda standar hidrogen diberi harga potensial reduksi negatif
v  potensial reduksi (Eθ)= beda potensial suatu unsur terhadap elektroda hidrogen standar
v  Oksidator paling kuat adalah Au (unsur yang paling kuat menarik elektron)
v  Reduktor yang paling kuat adalah K (unsur yang paling mudah melepaskan elektron)
v  Potensial oksidasi merupakan kebalikan dari harga potensial reduksi
Berdasarkan tinjauan energi, sel
elektrokimia dibagi menjadi:
    • sel volta:
                sel yang menghasilkan energi  ketika terjadi reaksi atau reaksi   kimia menghasilkan energi
    • Sel elektrolisa:
                sel yang membutuhkan energi agar terjadi reaksi kimia didalamnya
SEL VOLTA
v  Energi yang dihasilkan berupa energi listrik
v  Reaksi yang berlangsung adalah reaksi redoks
v  Salah satu contohnya adalah batere
v  sel yang disusun oleh dua elektrode:
§  Zn yang dicelupkan dalam larutan ZnSO4 dan elektrode
§  Cu yang dicelupkan dalam larutan Cu SO4
v  Kedua larutan dipisahkan dinding yang berpori
v  Jika elektroda Zn dan Cu dihubungkan dengan kawat akan terjadi energi listrik
v  Elektron mengalir dari elektroda Zn (elektroda negatif) ke elektroda Cu (elektroda positif).




SEL ELEKTROLISA
v  Terjadinya reaksi kimia dengan adanya energi dari luar dalam bentuk potensial atau arus listrik
v  Reaksi yang berlangsung adalah reaksi redoks
v  katoda merupakan kutub negatif
v  anoda merupakan kutub positif
v  rus listrik dalam larutan dihantarkan oleh ion-ion
v  ion positif (kation) bergerak ke katoda (negatif) dimana terjadi reaksi reduksi
v  Ion negatif (anion) bergerak ke anoda (positif)dimana terjadi reaksi oksidasi.
SKEMA SEDERHANA SEL ELEKTROLISA

               SUMBER ENERGI LISTRIK


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar